Terbaru
Advertisement Block (AdSense Ready: header)
Bisnis & Keuangan

Nurhaeda: Eks Terapis Spa yang Kini Kuasai Pasar Jamu Rempah Digital 2026

Nurhaeda: Eks Terapis Spa yang Kini Kuasai Pasar Jamu Rempah Digital 2026

🔑 Ringkasan Singkat

  • Nurhaeda, seorang mantan terapis spa, berhasil melakukan pivot karier menjadi pengusaha jamu rempah yang sukses.
  • Dengan bergabung di program Rumah BUMN BRI, ia mengasah kemampuan pemasaran digital yang menjadi kunci utama pertumbuhan bisnisnya.
  • Omzet usahanya melonjak signifikan pada tahun 2026 berkat strategi daring yang inovatif dan pemanfaatan teknologi terkini.

JAKARTA, 22 Maret 2026 – Kisah Nurhaeda, 38, adalah bukti nyata bagaimana adaptasi dan inovasi digital dapat mengubah perjalanan karier seseorang secara drastis. Dari gemerlap dunia spa yang menenangkan, ia kini menjelma menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) jamu rempah yang disegani, dengan sentuhan digital yang modern. Di tengah lanskap ekonomi digital 2026 yang semakin kompetitif, Haeda – begitu ia akrab disapa – menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat bersanding apik dengan teknologi untuk mencapai kesuksesan.

Perjalanan Transformasi: Dari Terapis ke Pengusaha Herbal

Bertahun-tahun menjalani profesi sebagai terapis spa profesional, Nurhaeda memiliki pemahaman mendalam tentang kesehatan dan kesejahteraan. Namun, ia merasa ada panggilan yang lebih besar untuk menciptakan sesuatu yang otentik dan bermanfaat langsung bagi masyarakat. 'Dulu saya hanya merawat orang dari luar, sekarang saya ingin merawat mereka dari dalam, dengan warisan leluhur kita, jamu,' ungkap Haeda saat diwawancarai. Transisi ini bukan tanpa tantangan. Modal terbatas, minimnya pengalaman bisnis, dan persaingan pasar yang ketat menjadi rintangan awal yang harus ia hadapi.

Advertisement Block (AdSense Ready: content)

Titik baliknya datang ketika ia memutuskan untuk serius mengembangkan lini jamu rumahan. Dengan resep warisan keluarga yang telah teruji, Haeda memulai dari skala kecil, menawarkan produknya kepada tetangga dan kerabat. Respons positif memacunya untuk berpikir lebih besar, namun ia menyadari bahwa passion saja tidak cukup. Dibutuhkan strategi dan pengetahuan bisnis yang solid untuk bisa bersaing di pasar modern.

Sentuhan Digital dari Rumah BUMN BRI: Kunci Omzet Meroket

Pada akhir tahun 2024, Nurhaeda menemukan peluang emas: program pembinaan UMKM yang diselenggarakan oleh Rumah BUMN BRI. Program ini dirancang khusus untuk membantu UMKM bertransformasi digital, sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan daya saing ekonomi berbasis kerakyatan. Di sinilah Haeda mendapatkan pelatihan intensif dalam berbagai aspek pemasaran digital, mulai dari manajemen media sosial, optimasi mesin pencari (SEO) lokal, hingga strategi e-commerce dan analisis data pelanggan.

'Rumah BUMN BRI seperti universitas kedua bagi saya,' kata Haeda dengan semangat. 'Saya belajar bagaimana membuat konten yang menarik untuk Instagram dan TikTok, cara mengoptimalkan toko online di berbagai marketplace, bahkan tentang pentingnya analisis data untuk memahami perilaku konsumen. Ini adalah skill yang sangat berharga di tahun 2026 ini.'

Hasilnya tidak main-main. Dengan bimbingan mentor dari Rumah BUMN BRI, Haeda mampu mengimplementasikan strategi digital marketing yang terarah. Ia mulai menggunakan iklan bertarget di media sosial, membangun interaksi komunitas dengan pelanggan melalui sesi Q&A live tentang manfaat jamu, dan memanfaatkan fitur belanja langsung di platform seperti TikTok Shop. Website toko online miliknya juga dioptimalkan agar mudah ditemukan oleh calon pembeli di mesin pencari.

Inovasi dan Keberlanjutan di Era Digital 2026

Pada awal 2026, omzet bisnis jamu rempah Nurhaeda dilaporkan telah meningkat hingga 300% dibandingkan saat ia baru memulai secara digital. Produk-produknya, mulai dari kunyit asam, beras kencur, hingga wedang uwuh, kini tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga menjangkau pelanggan di berbagai kota besar di Indonesia. Bahkan, ia mulai menjajaki potensi ekspor ke negara tetangga berkat jangkauan digital yang luas.

Menurut Dr. Citra Dewi, pakar UMKM dari Universitas Gadjah Mada, kisah Haeda adalah contoh sempurna sinergi antara potensi lokal dan pemberdayaan digital. 'Pada 2026, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi UMKM. Program seperti Rumah BUMN BRI memberikan jembatan krusial bagi para pelaku usaha untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat di tengah gelombang ekonomi digital,' jelasnya.

Nurhaeda kini mempekerjakan beberapa tetangga dan kerabat untuk membantu produksi dan pengemasan, menciptakan efek domino positif bagi perekonomian lokal. Ia juga terus berinovasi, merencanakan peluncuran varian jamu fungsional baru yang disesuaikan dengan kebutuhan gaya hidup modern. Dengan semangat wirausaha dan dukungan teknologi, Nurhaeda membuktikan bahwa perubahan adalah peluang, dan digitalisasi adalah mesin pertumbuhan.

FAQ

  1. Apa itu Rumah BUMN BRI?
    Rumah BUMN BRI adalah program yang diselenggarakan oleh Bank Rakyat Indonesia untuk memberdayakan UMKM di seluruh Indonesia melalui pelatihan, pendampingan, dan akses ke pasar digital.
  2. Bagaimana UMKM bisa sukses di era digital 2026?
    Kesuksesan UMKM di 2026 sangat bergantung pada kemampuan mengadopsi pemasaran digital, memahami perilaku konsumen online, memanfaatkan media sosial dan e-commerce, serta terus berinovasi pada produk dan layanan.
  3. Jenis jamu apa yang paling diminati dari usaha Nurhaeda?
    Produk jamu Nurhaeda yang paling diminati meliputi kunyit asam, beras kencur, dan wedang uwuh, yang terkenal dengan khasiatnya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.

Referensi & Sumber Otoritas

  1. Referensi: Badan Pusat Statistik (BPS)
  2. Referensi: Kementerian Koperasi dan UKM RI

Berita Terkait